Janji hanya sekedar janji,
namun tidaklah mudah menepati,
Janji kosong yang tersembunyi,
maksud baik, namun tidak terealisasi,
Semoga ini bukan janji tanpa arti,
Kalimat penuh hikmah diantara janji suci,
Aku hanya mohon pada-Mu Robbi,
Robbi, kabulkanlah apa yang aku nanti.
Bagiku yang menanti janji,
Janji suci nan berarti bagi hidup ini,
Ada kalimat suci dari janji,
Sejak ku minta dia kembali,
Tidak lah janji itu akan kembali,
“Melainkan” Janji itu atas kehendak-Robbi
Robbi, aku tunggu janji suci.
Terulang kembali,
Untaian kalimat janji,
Bukanlah kalimat janji jika tanpa arti,
Karena semua tersembunyi dibalik arti,
Mudahkanlah aku memahami janji suci,
Karena tak semua orang mengerti janji suci,
“Mengerti” Melainkan atas kehendak-Mu Robbi,
Robbi, bukahlah tirai janji itu, hingga aku memahami.
“Janji” yang pergi dan kembali,
Bukan maksudku untuk memenuhi kehendak ini,
Bukankah janji itu akan datang kembali?,
Aku sudah menanti dikala janji itu pergi,
Kini janji itu akan kembali,
Aku sudah cukup lama menanti,
Akan kah dia pergi kembali?
Robbi, tengguhkanlah pada hati yang suci,
Dikala janji suci itu kembali,
Aku berjanji dengan janji yang ku perbaharui
Suatu saat nanti janji itu akan aku ikat rapi,
Sehingga janji itu terikat di akad yang suci,
Ijinkan aku berjalan di antara janji suci ini,
Semoga janji ini adalah janji-Mu Robbi,
Robbi, aku sudah merindukan ikatan suci.
Hanya Engkau tujuan hidupku ya Robbi,
Hanya ridho-Mu yang aku cari ya Robbi,
Hanya cinta-Mu yang aku rindukan ya Robbi,
Jadikanlah cintaku padanya sebagai wasilah cintaku pada-Mu ya Robbi.
Oleh: Fathurrahman al-Katitanji
Selasa, 22 Maret 2011, Pukul 13:10 WIB
Di bawah Naungan Kubah Emas,
Jakal Km 14,5
Jumat, 01 April 2011
Aku Ingin Bersama-MU
Lamunan pagiku tak sampai ujung,
Di ufuk mentari sudah menyapa mendung,
ku perhatikan rintik hujan bergantung,
Berderet di antara genteng-genteng,
Mataku, ku amati mulai menggantung,
Cendala kamar nampak menggantung guling,
Ku rasakan mata mengerling menjemput guling,
Malam yang gelap sudah menghilang,
Janji yang gelap sudah gagah bertopang,
Mencari sunyi yang mencoba menghilang,
Bulan menjadi saksi atas bintang-bintang,
Semalaman aku bermunajat tentang gemerlap bintang,
Allah, Engkau yang berkuasa atas bintang-bintang,
Engkau Maha Tahu diantara bintang-bintang itu ada bintang,
Itulah bintangku yang sudah lama bertandang,
Aku pastikan ya Allah, aku akan datang,
Malam dalam kesunyian terasa lapang,
Maha Lapang telah melapangkan lapang,
Tersekat di antara titik ruang yang lapang,
Bermunajat do’a kepada Yang Maha Lapang,
Do’a terbang diantara gelapnya bayang bayang,
Ya Allah, Yang Maha Lapang,
Jadikanlah hati ini lapang, Sejauh mata memandang,
Menggapai pandangan yang enak dipandang,
Bukankah Engkau Maha Indah untuk di pandang?
Izinkan aku memandang-Mu dalam bayang,
Hingga aku tak sadarkan diri di tanah lapang,
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau,
yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,
Engkaul-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau,
Ya Allah, Engkau-lah Raja,
yang Maha Suci,
yang Maha Sejahtera,
yang Mengaruniakan Keamanan,
yang Maha Memelihara,
yang Maha Perkasa,
yang Maha Kuasa,
yang memiliki segala Keagungan,
Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang Menciptakan,
yang Mengadakan,
yang membentuk Rupa,
yang mempunyai Asmâul Husna.
bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi,
Engkau yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ya Allah, izinkan aku untuk selalu bersama-Mu.
Fathurrahman al-Katitanji
Di Bawah Naungan Kubah Emas,
Yogyakarta/ Rabu, 30 Maret 2011, Pukul 17:01 WIB
Di ufuk mentari sudah menyapa mendung,
ku perhatikan rintik hujan bergantung,
Berderet di antara genteng-genteng,
Mataku, ku amati mulai menggantung,
Cendala kamar nampak menggantung guling,
Ku rasakan mata mengerling menjemput guling,
Malam yang gelap sudah menghilang,
Janji yang gelap sudah gagah bertopang,
Mencari sunyi yang mencoba menghilang,
Bulan menjadi saksi atas bintang-bintang,
Semalaman aku bermunajat tentang gemerlap bintang,
Allah, Engkau yang berkuasa atas bintang-bintang,
Engkau Maha Tahu diantara bintang-bintang itu ada bintang,
Itulah bintangku yang sudah lama bertandang,
Aku pastikan ya Allah, aku akan datang,
Malam dalam kesunyian terasa lapang,
Maha Lapang telah melapangkan lapang,
Tersekat di antara titik ruang yang lapang,
Bermunajat do’a kepada Yang Maha Lapang,
Do’a terbang diantara gelapnya bayang bayang,
Ya Allah, Yang Maha Lapang,
Jadikanlah hati ini lapang, Sejauh mata memandang,
Menggapai pandangan yang enak dipandang,
Bukankah Engkau Maha Indah untuk di pandang?
Izinkan aku memandang-Mu dalam bayang,
Hingga aku tak sadarkan diri di tanah lapang,
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau,
yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,
Engkaul-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau,
Ya Allah, Engkau-lah Raja,
yang Maha Suci,
yang Maha Sejahtera,
yang Mengaruniakan Keamanan,
yang Maha Memelihara,
yang Maha Perkasa,
yang Maha Kuasa,
yang memiliki segala Keagungan,
Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Ya Allah, Engkau-lah Allah yang Menciptakan,
yang Mengadakan,
yang membentuk Rupa,
yang mempunyai Asmâul Husna.
bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi,
Engkau yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ya Allah, izinkan aku untuk selalu bersama-Mu.
Fathurrahman al-Katitanji
Di Bawah Naungan Kubah Emas,
Yogyakarta/ Rabu, 30 Maret 2011, Pukul 17:01 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)